Jenis Lapisan Untuk Atap Baja Ringan
Sebuah bangunan, baik bangunan biasa atau bangunan bertingkat, tentu memerlukan atap. Atap bangunan adalah pelindung bagi orang yang berada di dalam bangunan dari panas dan hujan. Atap bangunan dapat terbuat dari asbes, sirap, seng, genteng metal, genteng keramik, genteng beton, dan multiroof. Atap baja ringan adalah atap yang terbuat dari baja yang ringan dan tipis.
Atap baja ringan terbuat dari baja sehingga mempunyai kekuatan yang lebih baik dibanding atap jenis lain. Namun mempunyai harga yang relatif lebih mahal dibanding beberapa jenis atap lain. Atap baja ringan harus dipilih yang mempunyai kualitas yang baik yaitu menggunakan baja mutu tinggi (high tension steel) G550. G550 adalah tension strength minimum 550 Mpa.
Atap sebuah rumah harus mempunyai ketahanan terhadap berbagai perubahan dan kondisi cuaca yang ada. Atap sebuah bangunan harus kuat dan awet. Selain itu atap rumah harus anti karat, tahan terhadap air hujan dan panas matahari. Biasanya atap baja ringan dilapisi (coating) oleh lapisan tertentu. Lapisan tersebut untuk anti karat dan korosif, juga agar tahan terhadap air hujan yang mengandung garam.
Lapisan anti karat yang biasanya dipakai untuk atap baja ringan adalah lapisan allumunium dan zinc (lapisan az) dan lapisan zinc (lapisan z). Lapisan allumunium dan zinc, misalnya Galvalume atau Zincalume. Sedangkan lapisan zinc misalnya Galvanis. Lapisan-lapisan tersebut tentu saja disesuaikan untuk kegunaannya. Ketebalan lapisan anti karat menurut American Society for Testing and Materials (ASTM), adalah 150 gr/m2 untuk lapisan az, dan 180 gr/m2 untuk lapisan z. Tetapi untuk mengetahui ketebalan lapisan sebuah atap rumah harus dilakukan pengujian di laboratorium. Karena secara kasat mata hal tersebut sulit diketahui.